Selling in VUCA Era

Menjual di Era VUCA

Asal mula VUCA pertama kali dicetuskan oleh tentara Amerika saat menghadapi perang di Afganistan, di mana mereka menghadapi kondisi perang yang tidak biasa, unpredictable, kondisi perang yang belum pernah mereka alami sebelumnya, (di perkotaan alih-alih di hutan, warga sipil yang sewaktu-waktu bisa menarik senjata/ bom dari balik jubahnya, jalan-jalan yang terlihat normal namun seketika bisa berubah menjadi medan pertempuran). Tidak mampu mengatasi VUCA, menyebabkan perang di Afganistan dan atau timur tengah, tidak pernah tuntas hingga kini.

VUCA adalah singkatan dari Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complexity (Kompleks) dan Ambiguity (Tidak Jelas). Banyak ahli berfikir bahwa kondisi saat ini cocok di sebut dengan era VUCA (http://marketeers.com/jelang-mpc18-cmclub-jakarta-bahas-vuca/ , https://swa.co.id/swa/trends/berpikir-positif-menyikapi-rumor-dampak-vuca ).

1. Volatile

Kondisi dunia umumnya, atau Indonesia khususnya bisa dikatakan sedang volatile. Di atas permukaan terasa tenang, namun ada pergejolakan yang tidak kasat mata. Isu SARA yang meningkat, Ditambah pemilukada 2018 dan pemilu 2019, membuat pelaku usaha was-was.

Kita tidak bisa mengkontrol kondisi-kondisi eksternal, menghadapi situasi volatile, yang bisa kita lakukan adalah Keep Moving (Tetap bergerak). Jangan mengendur apalagi diam. Saat weekend saya suka naik sepeda, saat menemukan tiba-tiba menemukan lubang di jalan, dari pengalaman saya opsi terbaik adalah tetap berjalan, dan genjot lebih kuat ( tingkatkan torsi bukan speed). Melewati lubang secepatnya. Jika saya melambat atau malah ngerem kencang, peluang jatuh dari sepeda malah lebih tinggi.

2. Uncertain

Menghadapi ketidakpastian, apakah besok akan lebih baik atau lebih buruk? Pada faktanya, kita memang tidak pernah bisa tahu hari esok. Kuncinya adalah OPTIMISME. Karena sikap pesimis tidak akan membawa kita kemana-mana. Saya pernah membaca kisah seorang penjual burger yang kiosnya selalu ramai oleh pembeli. Suatu hari anaknya yang bersekolah di ibukota pulang libur semester. Anak ini kemudian mengatakan kepada ayahnya, tidak tahukah ayah di luar sana sedang ada krisis, sebaiknya ayah bersiap dengan mengurangi stok untuk mencegah burger menjadi rusak karena tidak laku. Ayahnya mempercayai anaknya, kemudian mengurangi porsi penjualan burger dari 100 ke 80 porsi keesokan harinya. Dan tentu saja yang laku hanya 80 burger. Beberapa hari kemudian ayahnya lalu menurunkan kembali porsi burger yang dia jual ke 60 porsi, dan begitu seterusnya. Setelah beberapa bulan, ayahnya setuju bahwa memang ekonomi sedang sulit.

Kita pernah melalui krisis 2008 dan 1998, dan survive. Jadi kita perlu tetap optimis, bahwa krisis tidak selamanya, krisis akan berlalu dan selalu ada pelangi sehabis hujan.

3. Complexity

Di tengah era digital yang semakin mudah, tapi kita hadapi kuga keadaan yang lebih kompleks, ruwet dibandingkan tahun-tahun kebelakang. Persaingan, market demand, regulasi membuat usaha saat ini lebih kompleks dari sebelumnya.

Menghadapi Kompleksitas yang kita perlukan adalah CLARITY (KEJERNIHAN).

Kita perlu mengali mengapa orang membeli dari kita, apakah untuk

· Net profit?

· Anchor product?

· Diferensiasi dari marketplace competitor? Dll

Saat kita menemukan hal ini secara jelas, kita bisa memberikan solusi/produk yang tepat untuk setiap customer.

Cara lain untuk menemukan Clarity adalah dengan jangan takut untuk langsung bertanya, “mengapa bpk/ibu pemilik usaha membeli merek kita?” Kita kemudian dapat mendokumentasikan jawaban-jawaban itu, untuk digunakan kepada new customer. “factor-faktor orang bekerjasama dengan kami adalah……” apakah ini cocok dengan usaha bpk/ ibu?

Menemukan Hot Button (alasan utama) ini sangat penting, dan ini berbeda pada setiap orang. Pernah seorang sales menawarkan rumah pada pasangan, saat baru masuk, istri calon pembeli ini langsung terpana akan pohon chery yang ada di halaman belakang “dari sejak kecil saya selalu memimpikan punya rumah dengan pohon chery di halaman belakang”. Mereka pun lanjut melihat-lihat rumah. Sang suami melihat pipa-pipa dapur telah tua, dan perlu renov. Sales itu menjawab “ betul, namun saat istri anda sedang memasak, dia bisa sembari melihat pemandangan indah pohon chery”. Di lantai atas pasangan suami istri itu menemukan kamar anak wallpapernya sudah usang dan perlu di ganti, salesman itu berkata “ betul, tapi dari master bedroom akan ada pemandangan pohon chery setiap pagi”. Pasangan itu akhirnya membeli rumah tersebut. Sales itu sebenarnya tidak sedang menjual rumah, tapi sebuah pohon chery yang merupakan hot button dari istri calon pembeli (Psychology of Selling – Brian Tracy)

Buat lah daftar beserta jawabannya untuk menemukan Clarity

· Mengapa marketplace harus menjual jenis produk anda?

(Apa kelebihan manfaat jenis produk anda?)

· Mengapa marketplace harus menjual produk dari perusahaan anda?

(kelebihan produk anda dibandingan competitor)

· Mengapa marketplace harus membeli produk tersebut dari anda?

(kelebihan servis apa yang anda berikan dibandingan sales yang lain?)

 

4. Ambiguity

Ambigu bicara tentang ketidakjelasan. Seakan ada kabut kebal dalam perjalanan. Ambigu menyebakan orang ragu dalam mengambil keputusan karena keputusan tidak selalu tentang benar/salah. Ambigu dapat disebabkan oleh multi layer problem (termasuk masalah karena VUCA). Kunci menghadapi Ambigu adalah: INFOMASI karena informasi seperti papan petunjuk terang dalam perjalanan yang penuh kabut.

· Pada Perusahaan

Banjiri pimpinan dengan informasi dengan update dari pasar. Aktivitas competitor, new product & promo dari competitor, tren yang berlaku, kodisi terkini dari pasar, dengan informasi ini, CEO dapat membuat arah kebijakan yang lebih persisi untuk maju ke depan.

· Pada account

Infokan selalu promo- promo dan product, karena setiap hari owner menemui banyak sales kompetitor yang juga menawarkan produk & promo mereka, jadi penting bagi kita untuk menancapkan selalu produk & promo kita secara kuat di benak account kita masing-masing.

VUCA memberikan tantangan bagi dunia usaha, sales & juga setiap korporasi. Namun jika dikelola dengan baik VUCA justru akan memunculkan bisnis/pribadi yang baik, yang tahan uji dari yang lainnya. Seperti ayakan memisahkan berlian dari pasir.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

ilusi warna Putih

Kesan orang kebanyakan kalau pakai warna putih itu Kesannya suci, itu juga mengapa mempelai wanita memakai warna putih saat menikah, untuk melambangkan kesucian dihadapan calon suaminya.

Warna putih juga digunakan oleh mayoritas umat beragama saat beribadah termasuk pemuka agamanya. Namun, jangan kaget bahwa banyak serigala juga menyamar dengan mengunakan warna putih, untuk menyamarkan maksud buruk mereka.

Contohnya adalah Klu klux Klan (KKK) yang memiliki agenda melenyapkan orang kulit berwarna (terutama kulit hitam), Lia Eden di Indonesia , di Prancis ada The Solar Temple dan masih banyak lainnya. Mereka semua memakai pakaian putih untuk keliatan suci.

Belum lama ini demo 4 November 2016 di bundaran patung kuda hingga istana penuh oleh puluhan ribu manusia berpakaian putih. Pertanyaan nya apakah warna putih itu melambangkan motivasi mereka?

Jangan mau ah tertipu oleh mereka yang menggunakan simbol warna, emblem, atau SARA. Gunakan logika dan nurani untuk bertindak dengan benar.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Apa Salahnya merayakan Valentine?

Tahun ini banyak pemda dan pemkot mengeluarkan aturan pelarangan perayaan Valentine di daerah mereka. Saya akan coba bahas keberatan keberatan mereka yang saya baca dari berbagai portal berita.

1. Bukan budaya asli Indonesia
Ini memang benar, Valentine bukan budaya asli kita, tetapi Idul Fitri, Natal, Imlek juga bukan budaya Asli Indonesia. Jadi alasan ini sungguh dangkal dan lemah.

2. Merayakan Kasih Sayang tidak cuma setahun sekali.
Ini juga tidak kuat. Alasan ini sama saja menyarankan tidak usah Idul Fitri karena bermaaf-maafan tidak cuma sekali setahun. Sama seperti Idul Fitri yang menjadi pengingat kita untuk selalu memaafkan, demikian juga hari Valentine dapat menjadi monumen untuk kita juga dapat selalu penuh kasih sayang terhadap sesama. Hal ini penting karena manusia karena kesibukan rutinnya mudah lupa akan hal hal esensi. Sehingga kita perlu pengingat untuk kembali ke dalam track kita, manusia yang sebaik baiknya bagi masyarakat.

3. Valentine disalahgunakan untuk melakukan maksiat.
Pertama—tama maksiat tidak terjadi hanya saat valentine, itu terjadi setiap hari, kita sadar atau tidak. Itu bukan salah hari Valentine, itu salah orangnya, oknum. Sama seperti anggota DPR atau pejabat yang korup, apakah institusi DPR kita bubarkan? Tentu tidak. Oknum-oknum nya kita tangkap dan adili. Demikian juga dengan mereka yang maksiat, bukan Valentine yg dilarang, tapi yang maksiat yang ditangkap dan dibina. Mereka yang melakukan maksiat saat Valentine bukan sedang merayakan kasih sayang, tapi sedang merayakan hawa nafsu.
Saya bukanlah tipe permisif mengizinkan budaya asing masuk ke Indonesia. Saya tidak setuju andaikata Halloween masuk Indonesia. Tapi Valentine memiliki banyak hal baik dan juga memiliki sejarah yang baik, sehingga tidak ada salahnya untuk kita merayakannya. Apalagi ditengah kondisi bangsa yang makin cuek, egois, penuh kebencian akibat radikalisme, Valentine dapat menjadi obat penawar bagi kondisi kekinian bangsa ini.

Valentine juga terlalu sempit jika hanya dirayakan oleh mereka yang dalam masa pacaran. Kasih sayang dapat dirayakan untuk seluruh anggota keluarga. Bersama para sahabat sehingga yang jomblo juga bisa berpartisipasi, bersama teman teman sekomunitas, atau bersama mereka yang kurang beruntung di panti asuhan. Kasih sayang juga bisa kita berikan untuk alam, bahkan bangsa dan negara. Kasih sayang memiliki makna dan aplikasi yang amat luas dan dalam.

Selamat merayakan hari Valentine. Sebarkan kasih sayang untuk sesama.

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Legacy of Shame

Saya beberapa tahun belakangan ini punya kebiasaan menembak juara Piala Dunia atau Piala Eropa terlalu cepat 4 tahun. Saat 2006 saya menebak Spanyol Menjadi juara, itu baru terjadi pada 2010. Di Tahun 2010 dan Piala Eropa 2012 saya menebak Jerman yang akan menjadi Juara, namun itu baru terjadi di 2014. Namun kita dapat menarik pelajaran dari Juara yang Jerman raih, karena itu adalah hasil dari ‘janin’ rasa malu piala Eropa 2010, dimana Jerman dengan squad berusia tua harus rela duduk di posisi buncit fase grup. Setelah itu DBF (PSSI nya Jerman) mereformasi diri, meningkatkan pelatihan usia muda, dan hasilnya sekarang, belasan tahun kemudian, lahir generasi emas Jerman dengan usia rata-rata dibawah 25 tahun. Semua berawal dari rasa malu.

Jepang juga menjadi bangsa yang maju dan hebat karena memiliki rasa malu yang besar. Ketika anggota keluarga seorang pejabat memiliki masalah hukum maka pejabat tersebut segera mengundurkan diri. Di Korea tragedi kapal Sewol membuat Perdana Menteri mengundurkan diri, wakil Kepsek sekolah, hingga putri ABK kapal tersebut bunuh diri.

Agar indonesia menjadi bangsa yang besar,

Agar setiap kita menjadi pribadi yang hebat,

Kita perlu memiliki rasa malu yang BESAR.

Malu terima gaji kalau kerja asal-asalan dan sering telat,
Malu jual produk/jasa kalau pelayanan tidak baik,
Malu sama orang tua kalau malas belajar sehingga nilai jelek
Malu sama bumi kalau buang sampah sembarangan,
Malu sama orang tua dan kerabat yang mendoakan saat kita lahir (kebanyakan orang) agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara tapi kita malah:
-Masuk jalur busway
-Terobosan lampu merah
-Tidak pakai helm
Dsb.

Mari kita kembangkan dalam diri kita dan keluarga kita untuk memiliki rasa malu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pemilih Cerdas

l100ba34_c43562_1254_655

 

Saya sering mendengar banyak dari kita mengeluh, urut dada, complain mengenai kelakuan para anggota dewan yang terhormat namun sadarkah kita bahwa kita turut andil karena kita sebenarnya yang memilih mereka. Pertanyaannya sederhana saja, untuk memilih mereka, waktu yang kita luangkan hanya beberapa menit di TPS. Tapi sudahkah kita luangkan waktu untuk menyelidiki rekam jejak calon yang hendak kita pilih? Adalah bijak sana kita meluangkan waktu untuk mencermati, memilih anggota dewan yang sesuai dengan nurani kita agar kita tidak menyesal lima tahun kemudian. Berikut adalah langkah-langkahnya

1. Cek apakah anda terdaftar

Pertama-tama cek di web http://data.kpu.go.id/dpshp.php masukan nomor KTP anda di kolom nik yang ada di kiri tengah. jika terdapat data anda, dan nomor TPS, berarti anda sudah terdaftar dan dapat mengikuti pemilu 2014. jika belum, hubungi aparat kependudukan setempat

2. Ketahui Daerah Pemilihan anda

Wilayah pemilihan adalah sesuai dengan KTP tempat anda tinggal. Misal saya tinggal di Jatinegara, Jakarta Timur. maka sesuai pertama-tama klik

http://kpu.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=7701&Itemid=281 untuk mengetahui  wilayah daerah pemilihan DPR. Pilih Provinsi sesuai KTP anda. dari sini saya mengetahui wilayah saya adalah DKI  1.

yang kedua untuk DPRD agak sedikit sulit (cuma sedikit) karena tidak tersedia link langsung, kita buka http://www.kpu.go.id

peta dapil dprd

lalu arahkan mouse ke Daerah Pemilihan Pemilu 2014 yang ada di kiri pilih peta Dapil DPRD Provinsi, kabupaten & kota, lalu pilih Provinsi kita. Dari sini saya tahu saya ada;ah DKI Jakarta 5 (Jakarta Timur B)

 

3. Mengetahui Calon DPD, DPR DPRD

Setelah mengetahui wilayah pemilihan kita. kita dapat melihat calon  anggota DPD di.

http://kpu.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=8288&Itemid=491 ,

DPR di http://kpu.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=8268&Itemid=490

sedangkan DPRD bisa kita lihat di website KPU Daerah, misal untuk Jakarta, Websitenya adalah http://kpujakarta.go.id/ dan daftarnya ada di http://mediacenter.kpujakarta.go.id/

dct dprd jakarta

nah,

Dari Sini kita baru mengetahui para Calonnya, selanjutnya kita perlu mengetahui masing-masing profil dari Caleg, sehingga kita memilih tidak cuma berdasarkan foto.

 

4. Pemeriksaan Riwayat Hidup Caleg

untuk DPD http://dct.kpu.go.id/index.php?go=dct-dpd

pilih provinsi, akan tampil calegnya, lalu kita pilih foto untuk melihat biodata caleg, yang berisi umur, pendidikan, karir, dan rekam jejak lainnya.

Sedangkan untk profil Caleg DPR, http://dct.kpu.go.id/ kita dapat melihatnya per-partai. lalu kita klik provinsi dan daerah pemilihah lalu muncul daftar caleg, dan kita tinggal pilih caleg mana yang ingin kita lihat latar belakangnya.

untuk DPRD kita kembali ke website KPU daerah, misalnya Jakarta di http://mediacenter.kpujakarta.go.id/index.php?r=calonDPRD

kemudian prosesnya sama pilih partai lalu pilih daerah pemilihan. selanjutnya kita mengklik caleg yang kita ingin lihat bio datanya.

 

setelah mengetahui langkah-langkah di atas, mari kita bersama cermat memilih, sehingga hanya caleg berkualitas yang tidak cuma modal tampang atau ketenaran yang duduk di DPR/DPRD, tetapi caleg berkualitas, jujur dan berintegritas.

 

selamat memilih.

 

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Loser Became a Winner

pada tahun 1958 ada seorang ayah di Harlem, New York, bernama Robert Lane, menamai anaknya yang baru lahir dengan nama Winner Lane. Robert Lane yang sudah memiliki beberapa anak laki-laki dan perempuan, memang selalui menamai anaknya dengan nama yang khas, kali ini dia menamai anaknya dengan nama Winner, mungkin dia punya perasaan khusus akan masa depan anaknya ini.

Tiga tahun kemudian, lahir kembali seorang anak ke tujuh dan terakhir, laki-laki dari keluarga Lane. Dan diberi nama Loser Lane. kisah pemberian ini cukup unik, Robert Lane yang hari ini sudah almarhum bertanya kepada putri tertuanya, “apa untuk menamainya?” putrinya menjawab “kita sudah punya Winner, mengapa tidak Loser? dan resmilah nama itu.

keduanya kemudian dibesarkan bersamaan di lingkungan Bronx. Namun nasib keduanya berbeda, Loser (yang di panggil Lou oleh gurunya dan orang tua lain, karena tidak sanggup untuk mengucapkan itu) punya bakat atletis, dan mencapai banyak hal di lapangan. mendapatkan Beasiswa, kuliah di Lafayette College, lalu menjadi polisi. dan kini menjadi seorang detektif.

bagaimana dengan Winner Lane? telah ditahan lebih dari tigapuluh kali, dan terakhir bebas dari hukuman dua tahun penjara, hidup gelandangan di New York.

dari mereka kita bisa belajar, kita bisa melepaskan segala stigma, masa lalu, background, tuduhan, dan lainnya, yang kita perlu lakukan untuk menciptakan masa depan kita adalah untuk menetapkan pilihan bijak setiap saat.

http://www.smh.com.au/articles/2002/07/31/1027926917671.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perkosa ga yaaaa??

indian-gang-rape-victim1
Terdakwa Pemerkosaan Mahasiswi India Salahkan Korban karena berkeliaran larut malam. http://de.tk/ZsBfw . ini adalah suatu pemikiran yang aneh. suatu pembenaran yang dibuat-buat. Apa Alasannya seorang wanita tidak boleh keluar larut malam? istri saya beberapa hari yang lalu pulang kantor hampir jam 12 malam, karena harus membuat laporan keuangan, apakah dia harus menginap di kantor dan tidak boleh pulang ke rumah? namun sekalipun seorang wanita tidak punya alasan untuk ada di jalan tengah malam, tetap bukan menjadi alasan seorang untuk memperkosa dia. jika alasannya keamanan, Justru para penjahat, pencopet, pembunuh, pemerkosalah yang harus di kekang, di cari dan tangkap, dibatasi kebebasannya, Bukan malah wanita atau pria bebas dilarang berada di jalanan malam hari karena di anggap tidak aman. terbalik.

ini sama seperti seorang meninggalkan mobilnya dalam keadaan tidak terkunci, pintu terbuka. apakah kita boleh mencuri mobil atau audio sistemnya? tetap saja tidak. Setiap orang bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. jangan menyalahkan orang lain atau apapun juga ada tindakan kita. para pria tersebutlah yang harus membereskan otak dan nafsunya. Jika mereka keberatan dengan tindakan orang lain, misal dalam kasus ini wanita yang berada di jalan tengah malam, mereka bisa memperingatkannya untuk hati-hati, melapor polisi, atau dapat mengantarnya pulang, bukan malah di perkosa.

tidak ada alasannya. salah tetap salah. jangan mencari kambing hitam. kita harus mengatur diri sendiri masing-masing, Adalah hak orang lain berpakaian atau menggunakan waktu sesuka mereka. jika kita tidak suka, adukan kepengadilan. Kita para pria harus lebih dewasa, untuk memikul tanggung jawab diri sendiri, dan untuk jujur mengakui kelemahan kita dan belajar untuk mengatasinya, mengendalikannya, bukan dengan selalu menyalahkan wanita dan yang lainnya, cuma anak-anak yang seperti itu.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment