swastanisasi pelayanan publik

For the very first time ngurus KTP sendiri, stelah 2x di buatkan calo, dan kali ini ga bisa lagi coz hr dtg foto sendiri. Hari rabu yg lalu saya mengurus perpanjangan KTP (yg dah telat 1 bln lebih, krn ga di perhatiin). Dengan membawa berkas lengkap, include surat keterangan dari RT/RW sayapun ke kelurahan. Stelah menunggu lebih dari 1 jam, tiba2 di infokan system nya error meliputi 5 kota madya, kok pas banget ya?
Pas saya datang dengan propabilitas 1 /5tahun, pas error?
Ataukah errornya spt sakit yg akut menahun, sering datang?
Atau kemungkinan lain, misal alasan petugasnya saja? (Di sini kan klo bisa di buat susah, knapa harus di buat mudah?)
Tp kita ga perlu berspekulasi.
Krn ga ada kejelasan kapan pulih, So, saya tinggalkan kelurahan krn harus meeting APLI di Le Meridien, sudirman.

tadi jam 11:15 pagi setibanya saya dari ambon, sbg warga negara yg baik mencoba mengurus lagi, (masa udh dikasih 5 hari, blm bener juga itu sistem?). Dateng ke kelurahan di temenin om yg polisi (yg awalnya saya kira akan berpengaruh atau stidaknya mempercepat pembuatan ktp baru, ternyata tidak ngaruh sama sekali). Tiba di loket, tulisannya sedang meeting di sudin, terbuat dari kertas & karton yg sptnya sudah sering di pakai, dari keterangan penjaga diketahui bahwa petugasnya sedang mkn siang, dan baru akan kembali jam 1 siang. Wah, lama skali???? Makannya dimana? Makan apa sebegitu lama? Karyawan swasta pasti ngiri klo tau fakta ini.

Sayapun pulang dulu, dan jam 1 kembali lagi ke sana, kali ini bareng sama om yg adalah ketua RW, dan hola, ga sampe 5 menit, dengan membayar denda 20rb, dan 10rb uang lain2, sayapun selesai di foto & ttd di ktp. Itupun besok br jd, di ttd dolo sama lurah. Urusan sederhana spt ini aja perlu berhari-hari di Indonesia.

Kantor saya membuat ribuan kartu anggota stiap harinya dan itu bisa slesai. Kelurahan itu paling mengurus belasan-puluhan ktp, mengapa sampe lama begitu?

Kalau masih begitu lama mengapa mengharapkan orang tuk datang urus sendiri. Pakai saja cara dulu, dgn calo. Saya pribadi bukan lah penganguran yg bisa saban hari ke kelurahan. Cuti saya 1 hari bernilai 300rb! So kalau harus cuti berhari-hari, silahkan hitung sendiri. Pakai calo jelas lebih hemat, lebih efisien dan tidak menyiksa emosi saya. Harusnya pemkot sadar itu. Jika mereka ingin di sapa pribadi oleh warganya, siapkan pelayanan yg prima dunk.

Jika spt ini, lebih baik seluruh pelayanan publik dikelola swasta saja, lebih cepat, pemakaian dana & retribusi lebih jelas.

About sputra

A son, a brother, traveler, God Chaser, full packed vision for impacting this generation
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s