dimana nilai luhur kita

Semenjak saya menjual mobil saya, kini jika hendak ke gereja saya harus naik bis. Kejadian ini sudah lebih dari 1x saya alami, hingga saya memutuskan untuk menuliskannya di sini. Bis yg saya tumpangi slalu penuh dari terminal awalnya. Nah, ketika bis tiba di taman suropati, ada sekitar 8-12 orang ibu2 paruh baya, yang mungkin habis ikut pengajian di Masjid Agung Sunda kelapa ikut naik ke dalam bis. Saya refleks berdiri untuk memberikan kursi saya untuk salah satu ibu tsb, namun stelah saya perhatikan, ternyata saya adalah satu-satunya orang yg berdiri untuk memberikan kursi saya, yang lain tidak, baik pria maupun wanita muda lainnya. Dan ini sudah berkali2. Saya menuliskan ini bukan bertujuan tuk menyombongkan diri, untuk menunjukan saya baik hati, tidak sama sekali. Tuhan tahu isi hati saya. Ini adalah bentuk keprihatinan. Hati saya sungguh miris. Katanya kita bangsa yg beragama? Mungkin ini adalah hasil dari hilangnya pengajaran nilai2 luhur bangsa kita, digantikan dengan dogmatis agama yang hanya melulu membahas manusia dan Tuhan, bukan manusia dan manusia. Yang hanya menekankan fanatisme sempit dan radikalisme. Oh, sungguh saya rindu pengajaran nilai-nilai luhur budaya bangsa itu di ajarkan lagi di sekolah-sekolah di bangsa kita.

About sputra

A son, a brother, traveler, God Chaser, full packed vision for impacting this generation
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s