Teka-teki

show_image_NpAdvMainFeaJika Tiki-Taka (tiqui-taca , spanyol) menjadi tren sepakbola saat ini, dimana Spayol menjadi Juara Eropa 2x berturut-turut dan juara dunia. sementara Barcelona menjadi salah satu (kalau tidak boleh di bilang yang terkuat) klub penguasa daratan biru. Semua karena gaya permainan Tiki-Taka. Hasil evolusi dari total football yang menekankan pada penguasaan bola, menarik tuk dilihat, dan hasilnya banyak gol tercipta. lantas bagaimana dengan sepak bola kita?

kalau boleh dibilang, saat ini sepak bola tanah air tengah memainkan gaya bermain Teka-Teki. iya benar. Teka-Teki karena :

1. Teka-Teki siapa pengurusnya.

Tidak jelas, baik KPSI maupun PSSI keduanya merasa berhak mengelola sepak bola, dengan saling lempar tuduhan dan lainnya, yang membuat masyarakat dan pemain ikut bingung. hal ini berujung pada mandegnya prestasi sepak bola negri ini.

2. Teka-Teki Liganya

IPL atau ISL? bagaimana mungkin suatu negara ada dua kompetisi yang berjalan bersamaan? suporter harus dukung yang mana? diperlukan kerendahan hati dan kebijaksanaan, untuk semua pihak dengan kepala dingin untuk duduk bersama menyatukan dua kompetisi ini semata-mata demi memajuka sepak bola yang kita cintai bersama ini.

3. Teka-teki pemainnya

Dengan banyaknya pemain naturalisasi, saya jadi bingung kalau menyaksikan timnas bermain. Tidak kurang dari Tonnie Cousel, Raphael Maitimo, John Beukering, Christian Gonzales, Irfan bahdim, Diego Michels, dan ada yang tidak di panggil seperti Viktor Ibonefo dan Greg Nkolo. Akan sangat aneh kalau menyaksikan orang-orang bule, negro yang tidak ada tampang Indonesianya, tidak lahir di tanah air, tidak bisa lagu Indonesia raya membela merah putih. Italia memang pernah menaturalisasi Camoranessi dari Argentina, tapi itu sedikit dan jarang, tidak masal seperti timnas kita. Singapura memang banyak menaturalisasi, tapi negara itu penduduknya memang sedikit. Indonesia dengan penduduk 250 juta, seharusnya tidak sulit mencari 11 orang + cadangan yang jago bermain bola.

4. Teka-Teki Prestasinya

Semuanya itu berujung pada absennya prestasi timnas PSSI. Tidak ada prestasi membanggakan timnas kita saat ini. Bahkan jika kita bertanya pada Houdini sekalipun, atau ki Joko Bodo, Dedy Cobuzier, alm. Mama Lauren kapan Indonesia akan juara, mereka pasti akan menjawab ” itu masih teka-teki?”

About sputra

A son, a brother, traveler, God Chaser, full packed vision for impacting this generation
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s